Minggu, 31 Mei 2009

GUBERNUR LAUNCHING PENDIDIKAN GRATIS 9 TAHUN

Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo melaunching pendidikan gratis 9 tahun yang dipusatkan di Alun-Alun Ki Bagus Assrah Bondowoso, Selasa (26/5). Pendidikan gratis yang dilaunching bersama 37 Bupati dan Walikota se-Jatim ini dihadiri Ketua DPRD, Kepala Departemen Agama, Kepala Dinas Pendidikan serta Ketua Dewan Pendidikan dari seluruh kabupaten/kota.

Usai launching, Soekarwo mengatakan, anak-anak di Jatim harus mendapatkan hak pendidikan wajib belajar 9 tahun. Oleh karenanya, pemerintah wajib membiayai belanja pendidikan. Anggaran yang disediakan untuk program ini merupakan sharing antara pemprov sebesar 60% serta pemerintah kabupaten/kota 40%. Pemprov Jatim selama ini memiliki anggaran untuk pendidikan sebanyak Rp 822 miliar per tahun.
Ini juga merupakan bagian dari 100 hari kerja Gubernur Soekarwo serta Wakilnya Saifullah Yusuf. Untuk tahun ini, pilot project pendidikan gratis dipusatkan di Bondowoso dan Sampang.
Menurut Soekarwo, segala jenis pungutan menjadi larangan keras. Kalaupun ada orangtua/wali murid yang berniat untuk berpartisipasi, wajib komunikasi dengan kepala Dinas Pendidikan (Dindik) kabupaten/kota, bukan pada kepala sekolah. Tahun 2010, sekolah gratis baru diterapkan di kabupaten/kota lain di Jatim.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Drs Suwanto Msi mengatakan, pencanangan proyek percontohan pendidikan dasar 9 tahun untuk SD/MI dan SMP ini pertama di Bondowoso. Selain itu, untuk launching pendidikan gratis juga dilaksanakan di Sampang mulai Juli-Desember 2009.
Dipilihnya Bondowoso dan Sampang menjadi pilot project karena dua kabupaten tersebut paling siap untuk melaksanakan pendidikan gratis. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di dua daerah itu masih rendah. Pendidikan gratis ini diharapkan meningkatkan IPM-nya.
Pendidikan yang diperlakukan gratis di Jatim ini sepenuhnya menanggung pendidikan semua siswa sekolah SD/MI, SMP/MTS negeri dan swasta. Tahun 2010, diharapkan semua kabupaten/kota di Jatim akan melaksanakan pendidikan gratis, dengan sharing anggaran antara provinsi dan APBD kabupaten/kota.
Dikatakan Suwanto, untuk SD/MI perluasan akses pendidikan dasar akan menampung usia 7-17 tahun sebanyak 72.523 anak. Sementara, kini telah tersedia SD sebanyak 503 lembaga dan mampu menampung murid SD sebanyak 71.720 anak. Begitu pula sudah ada lembaga MI sebanyak 98 lembaga yang telah menampung 8.366 siswa. Selain itu, juga tersedia Salafiah Ula (lembaga pendidikan agama setara SD/MI) sebanyak 349 anak.
Secara keseluruhan, sudah ada 80.435 anak yang sudah menempuh pendidikan dan ini artinya Bondowoso mampu menyumbang Angka Partisipasi Kasar (APK) siswa SD/MI sebanyak 110.89% dan Angka Partisipasi Murni (APM) 99,67%. Sementara untuk target nasional APM SD/MI sebanyak 94,66%. Dengan demikian, masih ada 0,33% anak usia SD/MI yang belum di tercover.
Untuk SMP, kini sudah ada 82 lembaga SMP umum, SMP terbuka 20 lembaga dengan jumlah murid sebanyak 18.435 siswa. Sedangkan MTS ada 82 lembaga dengan siswa 8.312 siswa. Selanjutnya ada juga Salafiah Wustha (lembaga pendidikan agama setara SMP) sebanyak14 lembaga yang menampung 600 siswa.
Secara keseluruhan, kini ada 27.347 lembaga SMP, sehingga Bondowoso mampu menyumbang APK SMP/MTS sebesar 95,11% dan APM SMP/MTS 91,73%. Untuk target nasional 91,75%. “Ini semua dilakukan untuk meningkatkan kompetensi mutu pendidikan di Jatim,” kata Suwanto.

Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Jatim, Selasa, 26 Mei 2009


Tidak ada komentar:

Posting Komentar